Sejarah Pesantren

Nama Pesantren

PONPES MODEL NOOR EL-MADEENAH

Sejarah Pondok Pesantren

Madaaris Addeeniyyah Addauliyyah El-Islaamiyyah(M A D E E N A H)PONDOK PESANTREN MODEL NOOR EL-MADEENAH&MA’HADUL HUFFAAZH – MA’HADUL ‘AMY – MA’HADUL ‘ALY –MA’HADUL KHASY – MA’HADUL IQTHISHADYLANDASAN AWALSebut saja NOOR EL-MADEENAH yang disingkat NORMA, Norma berarti Sebuah Aturan/Tatanan dana tau Regulasi yang sudah memiliki panduan dasar Hukum Syariat, bahwa kehadiran Pondok Pesantren ini menyajikan banyak hal ihwal dasar keilmuan dan kemasyarakatan setempat. Perjalanan awal kelahirannya adalah saat Pendiri Hijrah ke Tanah Bojong Pandeglang Banten dari Kuningan Jawa Barat, tiada lain saat itu menjadi sebuah pilihan untuk melanjutkan dakwah yang sempat mendapatkan banyak gangguan selama 5 (lima) tahun terakhir sejak 2008-2012. Oleh karenanya, dalam hal ini Uung (Nama Kecil, red.) dari nama Muhammad Muhibuddin Shobari atau sekarang yang lebih akrab dikenal dengan Ayah Uung Al-Muhiebby merasa terpanggil kembali saat dirinya mendirikan sebuah Perkumpulan yang dinamakan MADEENAH INDONESIA. Perjalanan panjang ikut berdakwah menjadi Kader sejak Tahun 1998-2001 Ikut Mendirikan MMI (Masyarakat Madani Indonesia), Tahun 1999-2008 bersama JIMS Foundation (Jakarta International Muslim Society) dan Tahun 2002 mendirikan kembali IMWEF Center (International Muslim Welfare and Education Foundation), Sekaligus Menggagas Kelahiran Masyarakat Madani Antarbangsa (MMA) sangat memberikan banyak liku-liku yang penuh menyimpan segudang cerita, asmara dan bukti empiris terhadap lahirnya Pesantren Model ini.Demikian halnya, bahwa kedudukan Pesantren Model yang lahir di Kontrakan sejak Pendiri Hijrah perlahan menjadi perhatian masyarakat sekitar saat gerakan mengaji kembali dihangatkan dengan metodologi yang inovatif, modern dan akuntabel dengan tetap menjaga Kearifan Lokal yang sengaja dihimpun untuk dijadikan landasan pendirian Pesantren Model ini. Pertanyaan yang menggelitik terhadap Positioning kata MODEL menjadi sebuah harapan bahwa tidak ada lagi Dikotomi Pesantren Salafi dan Khalafi, melainkan hadir keduanya melalui pendekatan akademis, pendekatan empiris dan termasuk penyajian hasil riset dan perjalanan dahwah selama ini.Pada dasarnya dalam Landasan Awal ini sebagai Dasar Pemikiran, bahwa dipandang perlu kedudukan Pondok Pesantren menjadi bagian dari Masyarakat dan Masyarakat adalah juga bagian dari Pondok Pesantren. Basis Masyarakat yang cenderung majemuk keinginannya harus mampu dijawab oleh Pondok Pesantren. Ruh Pondok Pesantren Model Noor El-Madeenah adalah MADAARIS ADDEENIYYAH ADDAULIYYAH EL-ISLAAMIYYAH yang disingkat MADEENAH, yaitu Perguruan Diniyah Islamiyah Antarbangsa atau Center for International Islamic Schooling yang sengaja oleh Pendiri disajikan dengan penuh landasan mata hati untuk mengembalikan nilai-nilai Keislaman yang Rahmatan Lil’aalameen.Lebih dari itu, perjalanan dalam mendirikan Pondok Pesantren Model Noor El-Madeenah ini dengan tidak menutupkemungkinan akan bersentuhan langsung dengan masyarakat sekitar khususnya dan juga masyarakat luas pada umumnya. Kampung Margamukti, Desa Bojong, Kecamatan Bojong, Pandeglang Banten adalah Saksi Bisu bagi Pendiri sejak hijrah saat itu dengan tidak mudah menghadapi desas-desus masyarakat sekitar dengan tuduhan Pendiri dengan sebutan Macam-macam. Terjawab sudah setelah Pendiri (Uung,red.) setahun bermasyarakat, guyub, membaur dan resmi menjadi Warga Sekitar telah membuktikan asumsi-asumsi miring sebagaimana disebutkan di atas mulai terkikis sendirinya setelah banyak lagi dalam pengabdiannya tiada lain hanya berharap Ridlo Allah SWT.Pergerakan lahirnya Pesantren Model ini, tidak dipungkiri kehebatannya Anak-anak Santri yang sejatinya istiqamah belajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah, Majelis Ilmu Kaum Ibu dan Kaum Bapak Warga Kampung Margamukti, Bojong Pandeglang Banten yang dibangkitkan kembali, hingga atas keguyubannya dan atas niat baik semua pihak lahirlah Tahun 2015 Legalitas Yayasan Annur Wakaf Margamukti (NUWARGA) sebagai Wadah Legal-formal di Masyarakat setempat yang menjadi landasan tumbuhnya Lembaga Mitra Jejaring Madeenah Republik Indonesia dan di Tahun Berikutnya 2016 Kembali lahirkan Yayasan Baitulmaal Madeenah Indonesia, lalu lahir kembali Yayasan Madeenatul Khoir Lil-Qur’an (MLQ). Setidaknya kehadiran Pondok-pondok Pesantren Model ini menjadi harapan destinasi tempat belajar Ilmu Keagamaan yang Utuh dan Tafaqquh Fiddeen. Berbekal Ilmu sedikit dan atas Kedhaifan Pendiri sejak Mesantren di rumahnya sendiri Pondok Pesantren Atthohiriyyah Darmaloka Kuningan, lalu ke MMI Pondok Pesantren Daar El-Qolam Gintung Tangerang Banten, kemudian mengabdi dan kembali mengaji di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Falahiyah Cisoka Tangerang Banten, Kembali Nyantren di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lalu ke STISIP Bandung setidaknya memberikan amunisi untuk saatnya ISTIQAMAH dan mengamalkan setitik ilmu yang mudah-mudahan memberikan manfaat untuk dirinya dan Ummat guna Memberdayakan Satu Sama Lainnya. Maka saat itulah Pendiri mencari jati dirinya mengenal Pergerakan Islam terutama saat menjadi Mahasantri/Mahasiswa dikenalkan dengan pelbagai rutinitas kegiatan Islam bukan hanya di Indonesia, melainkan sempat beberapa lama bulak-balik harus studi empiris di Negeri Tetangga Malaysia dan Singapura di saat awal-awal menjadi bagian dari Pergerakan Dakwah Islamiyah dan saat itulah mengenal begitu banyak Guru berlatar belakang khazanah keilmuan yang beragam Alhamdulillah.MAKSUD DAN TUJUANMaksud paling nyata pendirian Pondok Pesantren Model Noor El-Madeenah, tiada lain guna Menjadikan Lingkungan yang Baik dan Memberikan Kesepahaman Masyarakat Setempat untuk Sama-sama Menegakan Dakwah Islamiyah dan Melahirkan para Generasi yang TAFAQQUH FIDDEEN Berdasarkan Nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, dengan Tetap Menguatkan Melalui Tujuan-tujuan berikut:1.Melaksanakan Prinsip-prinsip Islam Sesuai Ahlussunnah Wal Jama’ah;2.Menegakan Hukum Syariat yang Diimplementasikan Melalui Pembelajaran dan Sunah-sunah Pondok Pesantren;3.Menjadi Garda Terdepan Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar;4.Memberikan Teladan Kelembagaan dan Berupaya Keras untuk Menjadi Pesantren Model yang Mampu Menjawab Tantangan Zaman;5.Menjadikan Pesantren Model sebagai Perekat Metodologi Pembelajaran yang Mampu Diserap oleh Para Santri, Dewan Guru dan Masyarakat sebagai Sistem yang Terintegrasi baik Salafi maupun Khalafi.6.Membentuk Karakter dan Mental Para Santri Lebih Pada Penguatan Norma-norma dan Nilai-nilai Kehidupan Sebagai Landasan Utama untuk Menjadi Tauladan di Kalangan Internal Santri Maupun Kalangan Eksternal Santri, yaitu Melalui Organisasi Intra Santri USWAH (United Islamic Students of Wihdatul Madeenah), Keluarga Besar Pesantren Melalui Wadah NORMATIVE (Noor El-Madeenah Representative), Bersama Pula dengan IKATAMA (Ikatan Santri Alumni Madrasah Margamukti) dan Tentunya Akan Melahirkan Sebuah Satu Kesatuan Alumni Pondok Pesantren yang Saat ini Tengah Diperjuangkan Melahirkan Para Alumni yang Cakap di Pelbagai Bidang.7.Menguatkan Kelembagaan Pesantren sebagai Wadah yang Mampu Memberdayakan Umat di Pelbagai Bidang Terutama untuk Para Almamater (Alumni);Demikian sekelumit Profil Singkat Pondok-pondok Pesantren Model Madeenah Indonesia yang sengaja digagas dan dihadirkan menjadi satu kesatuan yang tidak lagi ada Dikotomi Salafy dan Khalafy. Justru Model Pesantren yang kami dirikan saat ini yang di usianya baru seumur jagung, merasa masih perlu belajar dan terus ingin meningkatkan kualitas yang ada pada semua lini kegiatan guna mampu memberikan yang terbaik untuk Regenerasi Bangsa Indonesia Tercinta dalam melahirkan Santri dan Santriwati yang betul-betul Tafaqquh Fiddeen.Tentu, harapan paling besar adalah juga sokongan dan kekuatan mitra lembaga Pesantren di Bojong Khususnya dan di Pandeglang-Banten pada umumnya. Lebih dari itu, satu garapan Ma’had Reguler / ‘Amy di Noor El-Madeenah dan Ma’had – ma’had tingkatan lainnya dibawah Holding MPP MADEENAH INDONESIA mampu bersumbangsih terhadap Agama, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Wallaahu ‘Alam Bisshowwab,Atas Nama Manajemen dan PengelolaPonpes Model Noor El-Madeenah (NORMA)Ayah Uung Al-MuhiebbyKhaadimul Ma’had

Visi Pondok Pesantren

Terwujudnya Kampung Santri dan Balai Pusat Perguruan Diniyah Islamiyah Antarbangsa yang Mampu Memfasilitasi Para Kader Muslim dalam Menorehkan Nilai-nilai Islam Secara Kaaffah dan Mendudukan Islam yang Rahmatan Lil’aalameen serta Mampu Membuktikan, bahwa Pesantren-pesantren Madeenah Indonesia Telah, Tengah dan Akan Selalu Memberikan Kontribusi Khazanah Keilmuan Terhadap Peradaban Dunia.

Misi Pondok Pesantren

1.Menjadikan KAMPUS (Kampung Santri) sebagai Tolak Ukur Kehadiran Pesantren Memiliki Kontribusi Terhadap Lingkungan Sekitar;2.Membentuk dan Mengembangkan Balai Pusat Kaderasisasi dan Sentra Perguruan IslamBersifat Lokal, Nasional dan Internasional;3.Membuktikan bahwa Pesantren MODEL (Madeenah for Moderat and Salafusshaalih System Literations) Mampu Menjawab Dikotomi Perbedaan Sistem Pesantren yang Mengokohkan Output Akhir, yaitu TAFAQQUH FIDDEEN dan TAMAMUL AKHLAQ di Pelbagai Bidang Literasi dan Sumber Khazanah Keilmuan.

Legalitas Pondok Pesantren

  • AKTA YAYASANNomor:0203170050Tanggal:-Tahun:-Diterbitkan:-