Apa itu Pesantren Model?

Bismillaahirrahmaanirraheem,

ADA APA DENGAN PESANTREN MODEL ?

Hadirnya konsep dan sistem pengembangan Pondok Pesantren Model di zaman Millenial ini, bukan alakadar tumbuh begitu saja di Indonesia. Pondok Pesantren Model hasil besutan dan riset empiris selama kurang lebih 20 (dua puluh) tahun oleh Pendirinya Abu Al-Muhiebby Ibnu Asshobary (Ayah Uung) sangat tidak mudah untuk disandingkan dengan sistem Pesantren yang sudah pada umumnya berjalan beratus-ratus tahun di Indonesia, bahkan di beberapa belahan dunia yang mengenal tentang Pondok Pesantren. Ini semua, tiada lain bahwa Pesantren merupakan salah satu basis sumber yang mampu menyeleksi SDI tidak sembarangan, bahkan katakan saja lulusan Pesantren minimal siap menjadi Juru Dakwah, Memiliki Kemampuan Agama Lebih dan bahkan Banyak sebutan lainnya seperti Kyai, Ustadz, Tuan Guru dan lainnya jika dianggap telah mumpuni untuk mengamalkan keilmuannya, terutama di bidang keagamaan.

Pilihan sistem yang ada di Indonesia, biasanya minimal ada 3 (tiga) Salafiyah (Tradisional), Khalafiyah (Modern) dan Terpadu (Integral) sebagaimana Kementerian Republik Indonesia mengatur pilihan saat awal Pondok Pesantren didirikan. Sisi lain, bahwa keberhasilan dari 3 (tiga) pilihan sistem tersebut telah membawa Pesantren menjadi sangat diperhitungkan oleh banyak pihak alhamdulillah, baik Nasional maupun Internasional.

Dalam tataran praktisnya, bahwa kesemuanya memiliki kelebihan masing-masing dan telah mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kapasitas keilmuan bahwa lulusan Pondok Pesantren tersebut harus siap mempertanggungjawabkan hasil belajarnya selama di Pesantren. Itu semua terjadi bukan dengan cara Bim Salabim, melainkan penuh dengan kepayahan dan tantangan-tantangan internal maupun eksternal untuk bisa mencapai puncak keilmuan yang diharapkan.

Pendiri (Ayah Uung, red.) bersama perkumpulannya sejak tahun 1438 Hijriyyah telah memberikan kesempatan kepada para Pegiat Dakwah, para Pejuang Madrasah, para Pecinta Pesantren, para Pemakmur Mesjid, para Jema’ah Majelis-majelis Ilmu, para Pelaku Ekonomi Syariah dan para Pembina Kader Sumber Daya Insani akhirnya mendeklarasikan sebuah KONSORSIUM berbasis Organisasi Islam (ORIS) yang tergabung di MADEENAH INDONESIA, sebuah rintisan ORIS guna menumbuhkan nilai-nilai ijtihad gerakan dakwah yang mampu memberikan sumbangsih terhadap kader bangsa Indonesia agar lebih baik dan memiliki kapasitas nilai-nilai daya saing di level Nusantara dan Antarbangsa.

Model berarti, secara harfiah adalah percontohan dan atau banyak makna yang terkandung di dalamnya bersifat rujukan bahkan mungkin menjadi titik pusat perhatian dalam sebuah tata nilai-nilai yang mengedepankan Attitude First, Mental Attitude dan banyak lagi sandaran pemaknaan baik bersifat harfiyah maupun istilahiyyah. Ini semua tiada lain adalah proses yang terus diolah, diproduksi, dikemas, ditinjau ulang, dibuat inovatif dan terus menelaah kajian-kajian akademis maupun empiris guna mendapatkan hasil yang positif, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemaknaan Model ini juga oleh MPP MADEENAH INDONESIA disiapkan untuk menjawab tantangan zaman dengan icon Ma’aahid of Madeenah International (MODEL) dan atau Moderat for Dirasah Salaafusshhaaleh Literations (MODEL).

Sebut saja saat ini, telah berdiri Pondok Pesantren Model Noor El-Madeenah yang sengaja diketengahkan oleh Majelis Pimpinan Pusat Madeenah Indonesia (MPP-MI) bersama Lajnah Majelis Utama Kenazhiran Wakaf (LAJNAH MAUKIF) Kampung Santri, Blok Cijantung, Bojong Pandeglang, Banten telah disepakati menjadi salah satu Lembaga Satuan Pendidikan Madeenah yang tengah dijadikan Balai Pusat Perguruan Diniyah Islamiyah Antarbangsa dengan tiada lain bahwa tujuan yang paling utama adalah DAKWAH.

Kekuatan dakwah dalam menyikapi ini semua, bahwa kedudukan Pondok Pesantren Model harus mengedepankan pola Kemandirian Lembaga, Otonomisasi dan memiliki Sistem Independensi sehingga jauh dari Intervensi pihak manapun yang hendak memiliki kepentingan golongan tertentu dan atau kepentingan ideologi tertentu bahwa Pondok Pesantren akan dijadikan objek sasaran tembak kepentingan sesaat, padahal Pondok Pesantren harus tumbuh dan berada dalam satu kesatuan dan beridiri di atas semua golongan.

Alhamdulillah, Pondok Pesantren Model Noor El-Madeenah berdiri di atas Lahan Wakaf Ummat Islam yang diawasi dan dikawal secara profesional oleh LAJNAH MAUKIF MPP MADEENAH INDONESIA, dengan demikina seluruh asetnya merupakan Aset Ummat Islam yang peduli terhadap penumbuhan nilai-nilai yang penuh dengan Peradaban Islam. Lalu, bahwa output dan harapan utama yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki para SDI yang benar-benar TAFAQQUH FIDDEEN dan menjunjung tinggi nilai Islam yang UNIVERSAL – RAHMATAN LIL ‘AALAMEEN. Begitu pula, Pondok Pesanren Model Noor El-Madeenah mampu melahirkan para Generasi Tamaddun dan memiliki para kadernya menjadi kandidat PROFESSOR (Professional Islamic Socio-Enterpreneur), yaitu Profesional di Bidangnya, Memiliki Kapasitas Keilmuan Agama, Berkemampuan Harta dan Tetap Berjiwa Sosial-Peduli Sesama.

Wallaahu A’lamu Bisshowwab,

Kampung Santri Ukhwata Madeenah Indonesia (KAMPUS UTAMA), 8 Jumadil Ukhraa 1440 / 12 Februari 2019

A.Y.A.H (Abu Al-Muhiebby Ibnu Asshobary)